Sabtu, 29 Oktober 2011

JOMBLO KEREEENN..

Katanya sih, masa muda adalah masanya bercinta. Gonta-ganti pacar buat tambah pengalaman. Waduh, asik bener kalau begitu! Tapi apa iya dengan gonta-ganti pacar kita dapat merasakan cinta yang sesungguhnya? Sobat muda dah kenalan belum sama si ‘cinta’? Kalau belum, kita kenalan dulu yuk.

Kenalan dengan si ‘cinta’

Apa sih arti cinta? Kadang kita juga bingung untuk mengartikan arti cinta. Mm.. jadi ingat sama lagunya Snada nih yang judulnya Arti Cinta.

Ingin kukatakan arti cinta kepadamu dinda
Agar kau mengerti arti sesungguhnya..
Tak akan terlena, dan terbawa harumnya bunga asmara
Yang akan membuat dirimu sengsara..
(Snada- Arti Cinta)

Heu.. heu.. Lanjutin sendiri deh lagunya..
Kita semua tentu sepakat bukan, bahwa cinta merupakan salah satu emosi yang ada dalam diri manusia. Definisi cinta menurut para ahli sampai saat ini tidak ada yang pasti. Tapi secara umum cinta diartikan sebagai ungkapan perasaan yang paling mendalam dari seseorang terhadap sebuah objek, manusia atau lainnya yang memiliki nilai yang sangat istimewa. Tidak hanya mengandung perasaan sayang, tetapi perasaan lain yang mengikat. Makanya, merasakan cinta pasti ga jauh-jauh dari perasaan cemburu. Iya kan?!

Apakah cinta membuat kita bahagia? Tentu saja. Gimana nggak bahagia coba, jika kita disayangi, dipercaya, dihormati dan diberi penghargaan-penghargaan lain. Mm.. tapi kalau cinta harusnya bikin orang bahagia, kenapa gak sedikit ya orang yang menderita gara-gara cinta? Duh, jangan salahin si ‘cinta’ dong.. Itu sih salah orang yang mengaplikasikan si ‘cinta’ itu sendiri.

Cinta Harus Dibuktikan

Cinta itu memang harus dibuktikan, bahkan dengan pengorbanan. Bukan hanya dengan lafal saja. Rasa cinta yang sangat besar yang dimiliki orang tua kepada anaknya saja harus diuji dengan keyakinan mahabbatulloh. Yaitu ketika nabi Ibrohim disuruh Alloh untuk menyembelih putra terkasihnya, Ismail. Bukankah itu bentuk pembuktian cinta yang besar terhadap Alloh?

Cinta, tentu harus ada tindakan nyata untuk membuktikan dan menguji seberapa besar rasa cinta yang ada. Contoh nyatanya nih, kalau si Ari memiliki rasa sayang kepada sahabatnya, tentu dia akan membuktikannya dengan berbuat baik seperti memberi perhatian, menjaga perasaan, dan menolong sahabatnya jika sedang kesusahan. Tidak jauh beda dengan Nia yang mencintai adiknya, tentu dia akan menyayangi, mengasihi, dan memberi bantuan apapun semampunya untuk membantu adik kandung yang dia cintai. Nah kalau kasusnya seperti Irwan yang ingin membuktikan rasa cintanya kepada Risa sang pujaan hati, bagaimana tuh? Apakah cintanya harus dibuktikan juga? Tentu saja, yaitu dengan menjaganya. Irwan tidak boleh mendekati Risa dengan alasan cinta, tidak boleh menjadikannya pacar, bahkan menyentuh pun jangan. Why? Karena cinta itu menjaga. Menjaga kesucian orang yang dicintainya. Kalau Irwan memacari Risa, ya berarti dia gak benar-benar cinta sama Risa. Irwan sudah ingin mencoba berdekatan dengan Risa tanpa alasan yang syar’i. Cowok kalo beraninya cuma pacaran, itu namanya masih kecil. Masa masih kecil udah pacaran. Huh! Kalo cowok yang udah dewasa, pasti dia nggak berani pacaran, tapi langsung datang ke ortu si cewek dan ngelamar. Married deh. Selain menunjukkan tanggung jawab, cowok dewasa tahu kalo pacaran cuma ajang tipuan dan aktivitas berlumur dosa.

Kembali kepada kisah nabi Ibrohim tadi, bahwa sesungguhnya tidak boleh ada kecintaan lain yang menandingi rasa cinta kita kepada Alloh. Lha, seorang nabi aja masih harus dibuktikan rasa cintanya kepada Alloh, apalagi kita nih manusia biasa-biasa aja. Padahalkan nabi Ibrohim mencintai anaknya, anak kandung lho, yang memang harusnya disayangi. Itu masih tidak boleh melebihi rasa cinta kepada Alloh. Bayangkan, pembuktiannya ga tanggung-tanggung. Nabi Ibrohim disuruh Alloh menyembeli Ismail. Waduh.. bagaimana kalau di bandingkan dengan kasus si Irwan tadi yang mencintai si Risa. Saudara juga bukan, dah berani pengen deket-deketan. Bukan muhrim, non! Lalu bagaimana ingin membuktikan rasa cinta yang lebih besar kepada Alloh kalau mereka berpacaran. Oh, no..!!

Are you moslem? Kok pacaran sih…

Hikmah terbesar dari peristiwa Ibrohim dan Ismail adalah mengajarkan kepada kita bahwa tidak ada cinta yang lebih besar selain cinta kepada Alloh. Cinta kepada Robb, harus kita utamakan. Kalau kamu membicarakan cinta kepada lawan jenis, itu bukan cinta sejati. Cinta kepada negara, itu juga bukan cinta sejati. Tapi cinta kepada Alloh, berarti mengeluarkan segenap daya upaya yang kita miliki, seluruh semangat kita dan akal budi kita agar memuliakan Alloh di pelataran bumi ini.

Eits, tapi tenang dulu sobat muda. BaBer gak akan marah-marahin kamu yang pacaran kok, tapi hanya ingin mengajak kita bareng-bareng belajar jadi bener. Yup, sejalan dengan moto BaBer tentunya. Jadi tenang aja, ok. Kamu baca dulu bulletin ini sampai tuntas…

Mungkin, kebanyakan dari kamu masih kepingin protes ya kalau dilarang pacaran. Duh, BaBer ini gimana sih. Zaman gini dilarang pacaran, kuno banget deh! Hm.. ok kalau begitu, sekarang BaBer tanya kamu deh, kenapa harus pacaran? Pacaran itu biar gak kuper, biar gak dibilang nggak laku, biar ada cowok yang sayang ama kita, biar semangat belajar, biar nggak malu dengan teman-teman yang pada umumnya punya pacar, mm…sekedar pingin tau aja sih gimana rasanya pacaran itu.

Wah, ternyata kalian cukup pandai beralasan juga rupanya. Ok deh sekarang kita kaji arti pacaran itu sendiri. Pacaran, adalah aktivitas yang dilakukan berdua dengan sang kekasih sebelum menikah. Aktivitas atau kegiatan ini bisa bermacam-macam bentuknya. Bisa nonton bareng, makan bakso berdua, jalan berdua atau belajar bersama. Tapi kegiatan terakhir ini kayaknya banyak yang gak jadi belajarnya deh.. karena pada sibuk mandangin gebetan masing-masing. Iya apa iya? Hayo.. ada yang bisa jawab ga?

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka tidak boleh baginya berkhalwat (berdua-duaan) dengan seorang wanita, sedangkan wanita itu tidak bersama mahromnya. Karena sesungguhnya yang ketiga di antara mereka adalah setan”
(HR Ahmad)

Ketika Harus Memilih; Pacaran atau Jomblo

Bandingkan antara orang yang pacaran dengan yang jomblo alias tidak pacaran. Dari segi duniawinya aja dah untung. Orang yang gak punya pacar lebih terjaga ekonominya, karena ga nraktir si doi mulu. Hehe.. Dah gitu, kita juga freedom alias bebas. Gak terikat dengan ikatan yang gak jelas. Lho, ko gak jelas sih? Tentu gak jelas dong. Belum tentu kan yang jadi pacar itu yang nantinya bakal jadi suami/istri kita. Hm.. jadi jomblo juga bisa jadi lebih fokus pada pekerjaan. Gak melulu mikirin si dia yang belum tentu mikirin kamu. Dan yang lebih manfaat lagi, dengan jomblo kita terjaga dari hal-hal yang berbau maksiat.

Jangan pernah takut diolok teman sebagai jomblo. Jangan pernah malu disebut nggak laku. Di saat teman-teman pada risih dengan status jomblo, kamu malah bisa bangga menyandang gelar itu. Kalau kamu orang yang pinter nih, ada atau tidaknya yang mau denganmu nggak bakal kamu ambil pusing. Mikirin rumus fisika aja dah pusing, ngapain juga mikirin pacar. Pacaran adalah sesuatu yang nggak penting. Selain ngabisin waktu dan energi, yang pasti menguras konsentrasi dan emosi. Kalau sudah saatnya untuk menikah, baru deh mikirin pasangan hidup. Pasangan hidup lho, bukan pacar. Dan itu juga tidak melewati proses pacaran, tetapi ta’aruf alias langsung menuju pernikahan.

Kalau kamu seorang perempuan, jangan mau dipacarin. Kesannya tuh jadi cewek gampangan. Gampang aja dibohongin, gampang diboncengin, gampang dijamah, dan gampang-gampang yang lain deh. Ih…nggak asyik banget kan! Toh, nantinya para cowok itu juga bakal males sama cewek beginian, karena udah tahu ‘dalemnya’. Laki-laki kan pinginnya dapat perempuan baik-baik. Coba aja deh kalau kamu beli baju, kamu pilih baju yang ada dipajangan atau pilih yang ada di dalam etalase dan masih rapi dalam kemasan plastik? Kalau selera kamu bagus sih pasti pilih yang masih di etalase dan masih bagus terbungkus plastik. Nah, sekarang pilih mana antara perempuan yang rapi berjilbab yang auratnya tertutup semua, dengan perempuan yang sering buka-bukaan sehingga kita gak aneh lagi liat lekuk tubuhnya. Duh, kasihan banget deh.. jangan mau ya jadi perempuan yang seperti itu. Jelas kesannya tuh murahan.

Terlepas apa motivasi kamu untuk jadi jomblo, yang pasti kamu kudu punya patokan atau standar tersendiri untuk urusan kehormatan. Kamu nggak mau pacaran karena pacaran itu dosa. Kamu memilih jomblo karena itu berpahala dan jauh dari maksiat. Kamu tetap keukeuh pada pendirian karena remaja muslim itu adalah seorang yang punya prinsip. Itu artinya, kamu selalu punya harga diri atas prinsip yang kamu pegang teguh. Keren khan?

Intinya, predikat jomblo jauh lebih mulia kalau kamu menghindari pacaran karena takut dosa. Menjadi jomblo jauh lebih bermartabat kalo itu diniatkan menjauhi maksiat. Menjadi jomblo sama dengan sholeh/sholihah kalo itu diniatkan karena Alloh semata. Bukankah hidup ini cuma sementara? Jadi rugi banget kalo hidup sekali dan itu nggak dibikin berarti. Sekarang, kalau ada yang masih usil dengan predikat jomblo kamu, bilang aja…. Jomblo, so what gitu lho..!

sumber::bulletin-baber.co.cc

TIPS CANTIK DAN TAMPAN

Bismillahirrahmanirrahim..

Cantik dan tampan? siapa sih yang nggak mau? secara.. orang cantik dan tampan itu kan, pasti keren! Terus banyak pengagumnya, banyak yg suka, banyak yg cinta, banyak ini, banyak itu, semua mau! (hedeh.. cape dweh -.-')

Hmmm.. tahu nggak? Sebenarnya cantik dan tampan itu relatif. Iya, 'relatif'. Karena memang manusia itu diciptakan berbeda-beda, tidak sama rupa, warna kulit, bentuk tubuh, dan perwatakkanya, bayangkan kalau manusia itu sama bentuknya, pasti kebayang bahwa manusia yang satu dengan yang lain akan sulit dibedakan. Kamu dan aku akan menjadi manusia yang sama. Serem ya? Itulah ciptaan Allah Subhanahu Wa Ta'ala dengan segala perbedaannya.. Subhanallah..
Adakalanya si A akan bilang bahwa, "si B itu orangnya cantik ya?". Tapi si C bilang, "ahh, si B mah biasa aja. wajah pas-pasan gitu?". Artinya, setiap pandangan itu akan berbeda, pandanganku dan pandanganmu terhadap seseorang akan berbeda, karena kita memiliki karakter menilai seseorang pun berbeda. Inilah yang menjadi salah satu keunikan manusia.

Aku bilang cantik atau tampan. Kamu bilang jelek..eehh.. dia bilang lumayan. Namun semua itu hanyalah pandangan manusia semata, makanya bisa berbeda-beda. Tapi dampaknya itu lho, siapa sih yang dibilang jelek nggak tersinggung? Kecuali hatinya sudah sekuat baja, itu juga ada sedikit kikisan jadi kurang PEDE. Iya apa iya?

Tapi tenang saja sahabat, penilai yang tak kan pernah salah menilai. Penilaian Allah Subhanahu Wa Ta'ala. Yang Maha Tahu, Maha Bijaksana, dan Maha Kuasa Di atas Segala. Penilaian-Nya nggak seperti manusia yang relatif, penilaian-Nya selalu PASTI. Subhanallah..tak ada yang mampu menilai sePasti Dia. Siapa yang mampu menyaingi-Nya?

Dalam menilai.. Allah Subhanahu Wa Ta'ala nggak menilai rupa ayumu atau ketampananmu, yang biasa dijadikan patokan awal oleh manusia untuk menilai cantik tidaknya seseorang itu. Allah itu Maha Adil, karena memang Allah sudah menjadikan manusia dalam keadaan yang sempurna (berbeda dari makhluk lainya) yang dari itu.. berarti semua manusia adalah cantik dan tampan. Tapi Allah memiliki cara sendiri dalam memberikan penilaian-Nya, yaitu..?



"sesungguhnya Allah tidak menilai kepada sosok dan hartamu, tapi Allah akan menilai hati dan amalanmu" (HR. Muslim)

Maka dari itu, masih pentingkah tips cantik dan tampanya? Tetep Penting dong!Tapi maaf, ini tips bukan untuk mempercantik dan mempertampan paras (wajah) tapi sungguh lebih dari itu. Penasaran?? cekidot!!

Tips Cantik dan Tampan

1. Selalu sirami hati dengan dzikir
2. Suburkan jiwa dengan lantunan ayat-ayat suci Al-Qur'an
3. Hangatkan tubuh dengan keteguhan menjalankan din
4. Baguskan hati dengan mencintai Allah dan Rossul-Nya
5. Berbuat baik kepada orang tua dan orang lain
6. Jadikan jujur sebagai pengharum mulut. serta kata-kata yang benar,baik,lembut,dan mulia sebagai penghias bibir
7. Sematkan kesabaran di setiap langkah
8. Taburi benih-benih cinta dan kasih sayang dalam setiap waktu
9. Menjadikan syukur sebagai benteng pertahanan
10. Kenakan taqwa sebagai pakaian setiap hari

Itulah sedikit tipsnya sahabat, kalau kita mampu mempraktekkan diri, insyaallah kita akan mendapatkan nilai A+. Tenang saja, dan pasti akan cantik luar dalem.
So..apalagi yang ditunggu, mari kita berlomba-lomba untuk mendapatkan A+ dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.

Karena jika cinta-Nya telah mampu kau dapatkan. Cinta makhluk, tak perlu lagi kau pertanyakan. Tanpa kau minta, mereka akan memberikan kasih, sayang, dan perhatian tulus untukmu. Buktikanlah!
Wallahua'lam bish shawwab.


Situs BMB >> www.bukanmuslimahbiasa.com